Pagi ini saya terbangun karena mendengar suara alarm. Alarm ini memang sengaja saya nyalakan sebelum saya tidur kemarin, agar apa alarm saya nyalakan? Tentu saja agar saya bisa terbangun besoknya. Tapi entah kenapa ketika terbangun tadi saya bukannya mematikan alarm, malahan mencari lem sterofoam. Mungkin ini semua karena saya mual dengan tugas maket dari pak malik. Sial padahal baru semester awal. Tidak dapat dibayangkan bila saya sudah semester akhir, yang saya cari mungkin tidak hanya lem, melainkan dosen pembimbingnya. Hhe.
Saya sadar, ketika saya sudah membuka kasur dan spreinya (hanya karena mencari lem tadi). Ternyata itu suara berasal dari handphone saya. Saya merasa bodoh dan merasa dibodohi oleh handphone saya sendiri, seolah-olah dia tertawa dan menari ketika saya mencari itu asal suara. Kurang ajar!
“oh jam tiga dini hari” hati saya berkumandang. Saya keluar kamar, saya liat itu ada oji teman saya sedang saur. Saya ambil mie goreng produksi indofood di kamar saya lagi, mengingat kekasih saya perna bilang setelah dia pulang dari tour ke pabrik indofood. “yaz, mie itu sehat loh, karena ini dan itu”. Maksud ini dan itu sebenarnya banyak, tapi saya lupa apa yang dia bicarakan, ketika dia bilang mie itu baik, saya langsung membayangkan betapa nikmat itu mie instan. Oh mie instan jadilah makanan pokok bangsa ini.
Oke hari ini saya saur, saya siapkan mie dan susu, ada madu juga sebagai penambah kekuatan. Ketika semua saya siapkan, saya jadi ingat kerja keras saya beberapa hari yang lalu. Saya, bento, yunam, dan catur sedang repot-repotnya membuat tugas besar struktur dan konstruksi. Berlembar-lembar A3 berisikan gambar susunan batu bata, gambar detail pondasi, denah, potongan. Hii saya malas membayangkannya lagi.
Sebenarnya dari pertama kami sudah mencicil gambar, dan rencana kami pada H-1 itu sudah selesai dijilid dan bisa tidur dengan tenang. Tapi betapa Tuhan belom mengizinkan kami, ternyata gambar kami ada 5 yang salah, dan ada pula 1 gambar yang belum diselesaikan. Ketika itu sudah jam 10 malam, 12 jam sebelum pengumpulan. “nice” saya bilang. Mana kemarin sudah tidak tidur gara-gara strukon, sekarang harus tidak tidur lagi gara-gara srtukon. Tanpa panjang tangan saya dan mereka langsung mengerjakan segenap jiwa.
Jam 5 pagi, saya sudah hampir selesai, saya liat itu catur tidur di kasur nyenyak sekali, dia tidur karena tugasnya sudah selesai. Lalu saya liat yunam juga sudah tidur, persis di lantai dekat meja makan tempat kami bekerja tadi, padahal tugasnya masih belum selelsai. Saya liat bento, matanya sudah turun dan merah. Dia semakin mirip dengan mummy firaun si ambon tua. Hhe.
Saya selesai dan yunam terbangun dari tidur kebonya. Kaget dia ketika liat jam. Panik dia menyuruh saya untuk membantunya. Saya bantu sedikit, kami bertiga bekerja lagi di meja makan 4 jam sebelum pengumpulan. Saya sudah ngantuk berat, seolah-olah garis saya selalu saya buat miring, sial ini memperlambat kerja saya. Tapi bento teman saya lebih seteres lagi dia, semua keterangan yang dia tulis bisa benar-benar mutlak salah. Seperti skala 1:10 dia tulis menjadi skala tri, aanstamping menjadi aancoa, tanah urug menjai pocarisweat, dan bahkan namanya sendiri bisa berubah, dari bentara alam gumilang menjadi bentara alam kari. Entah apa yang ada di pikiran bodohnya itu. Pada akhirnya jam 9 itu tugas kami sudah kumpul semua, dan hibernasi pun di mulai.
17 Desember 2009
18 Oktober 2009
Horor Walang Wesu
Sebelumnya saya ingin mengucapkan maaf kepada kalian, kurang lebih maaf ini karena saya tidak menepati janji saya. Waktu itu saya kan sempat berjanji akan rajin menulis setelah saya masuk di dunia perkuliahan, karena pada saat itu saya sibuk belajar buat masuk perguruan tinggi negri. Percayalah itu adalah perjuangan tersulit saya. Saat ini saya sudah berkuliah, dan ternyata dugaan saya salah. Saya jadi semakin jarang menulis. Semua itu karena saya jadi sibuk sama tugas dosen yang isinya gambar ini gambar itu. Untung saya mencintai tugas saya ini. Tugas yang memang saya nanti sedari dulu. Tugas seorang arsitek :)
Kali ini saya ingin menulis cerita serem ah, cukup untuk semua kekonyolaan yang perna saya ceritakan. Hidup saya kan tidak semonoton itu, ada kalanya saya punya pengalaman mistis.
Sebenarnya sudah beberapa minggu yang lalu horor ini terjadi. Saya tepatnya hari minggu itu sedang menerangkan tugas kepada teman saya di kampus. Ketika itu kampus sangat sepi, bukan hanya karena hari mingu, tapi juga karena pada saat itu masih terhitung libur lebaran. Setelah ngomong ini itu saya beserta teman-teman tidak langsung pulang ke kostan untuk mengerjakan tugas, kami lebih memilih bersenan-senang dulu. Mumpung teman saya itu ada yang membawa mobil. Tujuan kami adalah tempat paling horor di semarang, apalagi kalo bukan lawang sewu (pintu seribu).
Kami, ada saya, tata, erik, kevin, nora, catur, ayu, dan aga (yang punya mobil). Kami hadir siang-siang waktu itu, sehingga tidak butuh lah itu pemandu wisata. Apalagi catur sudah sering ke tempat itu, dia hapal tempat itu bak rumahnya sendiri, iya seolah-olah dia memang pernah tinggal di situ lalu di usir oleh dukun saking tidak muatnya tempat itu di huni oleh hantu.
Semua baik-baik saja, saya tidak merasakan apapun selain angin-angin hangat. Ini angin hangat sekali, angin yang keluar dari dubur saya. Oh saya kentut rupanya. Semua aman sampai ketika kami mengikuti ekspedisi bawah tanah. Di sana gelap sekali, becek pula. Hanya butuh Rp 7000 untuk bisa masuk ke bawah sana. Sudah dapet sepatu boot dan senter sebagai penerang. Kedua benda ini hanya di pinjamkan, tidak boleh di bawa pulang. Lalu kami juga dapet stiker (boleh di bawa pulang), lalu seorang pemandu (bisa saja di bawa pulang, tapi untuk apa?)
Kami semua turun kecuali catur, dia kapok katanya dan lebih memilih menunggu di atas. (perhatikan catur tidak iut ekspedisi tersebut). Saya berada paling belakang waktu itu, di depan saya ada ayu dana nora, mereka saling bergandeng tangan. Kenapa saya ada di belakang? Karena saya tidak bisa maju ke depan, tempat itu sempit. Sial saya berada di belakang terus selama perjalanan. Ketika itu saya liat ayu adalah orang yang paling merasakan kebradaan hantu.
Ekspedisi selesai, saya tidak merasakan apa-apa. Saya liat ayu menangis dan terkadang tatapannya kosong, lalu seorang pemandu membersihkannya. Ayu kembali ceria walaupun masih setengah syok. Setelah kami tanya dia waktu pulang, dia bercerita kalau selama perjalanan dia melihat lorong itu penuh dengan orang-orang yang memandanginya, padahal saya tidak lihat apa-apa saat itu. Dan dia si ayu itu katanya sempat memeluk tangan saya, lalu ketika dia liat tangan itu, ternyata bukan tangan saya, melainkan tangan catur, dia kaget dan selama ekspedisi itu catur berada di sampingnya sambil memandanginya terus. Sepertinya yang sudah saya beri tau, catur berada di atas saat itu dan tidak ikut ekspedisi. Hiii saya jadi horor sendiri.
Ayu takut dan pulang ke kostan nora (sebenarnya juga karena kostan dia dikunci ibu kost yang mau pergi). Saya juga kembali ke kostan saya, begitu juga dengan teman-teman yang lainnya. Catur mengerjakan tugas di kostan saya bersama yunam (yang sepertinya marah karena tidak di ajak jalan-jalan tadi). Saya ngntuk dan langsung tidur, toh saya juga sudah selesai megerjakan tugas. Saya tak sadarkan diri sampe jam 10, catur dan yunam pamit pulang karena tugas mereka telah usai. Saya antarkan mereka keluar kamar, keluar kostan saya. Saya masuk kamar lagi untuk melanjutkan tidur saya. Saya sempat baca sms, oh ada gita kekasih saya dan ada sms dari ayu juga. Keduanya tidak saya balas, karena ngantuk itu sudah sangat memuncak. Yang saya baca sms dari ayu itu seperti ini “diaz lu ada di kostan gag? Gw ama nora ke kunci, bole numpang berteduh kan?”.
Besok pagi, saya balas itu sms sambil bercanda “yu, masih butuh tempat berteduh? hhe”. Selang beberapa menit, dia pun membalas “emang gw sms apa yas?”. Saya tulis lagi apa yang dia smskan pada saya. Dan ayu tiba-tiba menyuruh saya datang ke kostan tata. Saya tidak pedulikan, lalu deni (teman saya juga) menuruh ke kostan tata. Ada apa ini, apa ada pesta di kostan tata? Pikiran saya pun mulai senang dan segera menuju lokasi yang jaraknya juga tidak jauh dari kostan saya.
Sesampainya di sana, sudah ada catur, tata, nora, ayu, deni. Mereka memandangi saya seolah-olah mereka merasa kasian dengan saya. “el el.elu di sms apa yas ama ayu” ini deni yang ngomong kadang emang suka gagap dia. Lalu saya tunjukan itu sms kepada teman-teman saya. Dan horor pun terjadi.
Tata bilang, itu sms bukan ayu yang nulis, pas jam sms itu sampe kira-kira jam 9 lewat, ayu bahkan teman-teman yang lainnya berada di depan kostan saya tanpa memegang hape, mereka tertawa dan saya sedang tertidur. Lalu deni menenangkan saya dengan nasibnya. “tenang yas, lah.lah gw malah smsan ama ayu jam 12, untung lu gag bales tu sms”. Tata gag mau kalah seru “sms! Gw malah tleponan yas!!”. Jadi setelah ayu dan nora pulang dari kostan saya untuk kembali ke kostan nora, ayu kesurupan. Sekitar jam 12an lah itu. Lalu deni yang sedang nginep di kostan tata smsan ama ayu yang ternyata bukan ayu, dan gag ada di inboxnya. Nora tlepon tata buat liat kondisi ayu. Tata dan deni melesat bagai kuda yang ingin bercinta malam-malam itu. Disana, dikostan nora masalah rumit katanya, dari bapak kost yang marah-marah, tata nyium bau melati, deni liat bayangan, semua itu berakhir sampe subuh dikostan tata. Dan saya disuruh datang itu, dan saya dengar cerita itu dan saya sembari menenangkan suasana langsung berdiri bak tokoh jagoan di film-film horor bioskop “kita harus kembali ke lawang sewu!!!” dengan gagahnya saya ucapkan hal itu, persis seperti di film horor indonesia. Hhe..
Setelah kejadian tersebut, semua kembali normal, ternyata si ayu itu di ikuti seorang wanita belanda, yang akhirnya jadi ngikutin catur. Iyaa mereka, catur dan ayu itu yang paling bisa melihat. Kata si catur, doi ngikutin masih tau sopan santun. Kalo masuk kamar mandi atau masuk kamar tidur, doi setia nunggu di luar. Weleh, ini orang belanda tau sopan santun juga yaa.
Aduhai sekian sajalah, saya sudah harus bertugas lagi. Ini saya kasi bonus foto saya di walang wesu, eh lawang sewu! Enjoy it :)
Kali ini saya ingin menulis cerita serem ah, cukup untuk semua kekonyolaan yang perna saya ceritakan. Hidup saya kan tidak semonoton itu, ada kalanya saya punya pengalaman mistis.
Sebenarnya sudah beberapa minggu yang lalu horor ini terjadi. Saya tepatnya hari minggu itu sedang menerangkan tugas kepada teman saya di kampus. Ketika itu kampus sangat sepi, bukan hanya karena hari mingu, tapi juga karena pada saat itu masih terhitung libur lebaran. Setelah ngomong ini itu saya beserta teman-teman tidak langsung pulang ke kostan untuk mengerjakan tugas, kami lebih memilih bersenan-senang dulu. Mumpung teman saya itu ada yang membawa mobil. Tujuan kami adalah tempat paling horor di semarang, apalagi kalo bukan lawang sewu (pintu seribu).
Kami, ada saya, tata, erik, kevin, nora, catur, ayu, dan aga (yang punya mobil). Kami hadir siang-siang waktu itu, sehingga tidak butuh lah itu pemandu wisata. Apalagi catur sudah sering ke tempat itu, dia hapal tempat itu bak rumahnya sendiri, iya seolah-olah dia memang pernah tinggal di situ lalu di usir oleh dukun saking tidak muatnya tempat itu di huni oleh hantu.
Semua baik-baik saja, saya tidak merasakan apapun selain angin-angin hangat. Ini angin hangat sekali, angin yang keluar dari dubur saya. Oh saya kentut rupanya. Semua aman sampai ketika kami mengikuti ekspedisi bawah tanah. Di sana gelap sekali, becek pula. Hanya butuh Rp 7000 untuk bisa masuk ke bawah sana. Sudah dapet sepatu boot dan senter sebagai penerang. Kedua benda ini hanya di pinjamkan, tidak boleh di bawa pulang. Lalu kami juga dapet stiker (boleh di bawa pulang), lalu seorang pemandu (bisa saja di bawa pulang, tapi untuk apa?)
Kami semua turun kecuali catur, dia kapok katanya dan lebih memilih menunggu di atas. (perhatikan catur tidak iut ekspedisi tersebut). Saya berada paling belakang waktu itu, di depan saya ada ayu dana nora, mereka saling bergandeng tangan. Kenapa saya ada di belakang? Karena saya tidak bisa maju ke depan, tempat itu sempit. Sial saya berada di belakang terus selama perjalanan. Ketika itu saya liat ayu adalah orang yang paling merasakan kebradaan hantu.
Ekspedisi selesai, saya tidak merasakan apa-apa. Saya liat ayu menangis dan terkadang tatapannya kosong, lalu seorang pemandu membersihkannya. Ayu kembali ceria walaupun masih setengah syok. Setelah kami tanya dia waktu pulang, dia bercerita kalau selama perjalanan dia melihat lorong itu penuh dengan orang-orang yang memandanginya, padahal saya tidak lihat apa-apa saat itu. Dan dia si ayu itu katanya sempat memeluk tangan saya, lalu ketika dia liat tangan itu, ternyata bukan tangan saya, melainkan tangan catur, dia kaget dan selama ekspedisi itu catur berada di sampingnya sambil memandanginya terus. Sepertinya yang sudah saya beri tau, catur berada di atas saat itu dan tidak ikut ekspedisi. Hiii saya jadi horor sendiri.
Ayu takut dan pulang ke kostan nora (sebenarnya juga karena kostan dia dikunci ibu kost yang mau pergi). Saya juga kembali ke kostan saya, begitu juga dengan teman-teman yang lainnya. Catur mengerjakan tugas di kostan saya bersama yunam (yang sepertinya marah karena tidak di ajak jalan-jalan tadi). Saya ngntuk dan langsung tidur, toh saya juga sudah selesai megerjakan tugas. Saya tak sadarkan diri sampe jam 10, catur dan yunam pamit pulang karena tugas mereka telah usai. Saya antarkan mereka keluar kamar, keluar kostan saya. Saya masuk kamar lagi untuk melanjutkan tidur saya. Saya sempat baca sms, oh ada gita kekasih saya dan ada sms dari ayu juga. Keduanya tidak saya balas, karena ngantuk itu sudah sangat memuncak. Yang saya baca sms dari ayu itu seperti ini “diaz lu ada di kostan gag? Gw ama nora ke kunci, bole numpang berteduh kan?”.
Besok pagi, saya balas itu sms sambil bercanda “yu, masih butuh tempat berteduh? hhe”. Selang beberapa menit, dia pun membalas “emang gw sms apa yas?”. Saya tulis lagi apa yang dia smskan pada saya. Dan ayu tiba-tiba menyuruh saya datang ke kostan tata. Saya tidak pedulikan, lalu deni (teman saya juga) menuruh ke kostan tata. Ada apa ini, apa ada pesta di kostan tata? Pikiran saya pun mulai senang dan segera menuju lokasi yang jaraknya juga tidak jauh dari kostan saya.
Sesampainya di sana, sudah ada catur, tata, nora, ayu, deni. Mereka memandangi saya seolah-olah mereka merasa kasian dengan saya. “el el.elu di sms apa yas ama ayu” ini deni yang ngomong kadang emang suka gagap dia. Lalu saya tunjukan itu sms kepada teman-teman saya. Dan horor pun terjadi.
Tata bilang, itu sms bukan ayu yang nulis, pas jam sms itu sampe kira-kira jam 9 lewat, ayu bahkan teman-teman yang lainnya berada di depan kostan saya tanpa memegang hape, mereka tertawa dan saya sedang tertidur. Lalu deni menenangkan saya dengan nasibnya. “tenang yas, lah.lah gw malah smsan ama ayu jam 12, untung lu gag bales tu sms”. Tata gag mau kalah seru “sms! Gw malah tleponan yas!!”. Jadi setelah ayu dan nora pulang dari kostan saya untuk kembali ke kostan nora, ayu kesurupan. Sekitar jam 12an lah itu. Lalu deni yang sedang nginep di kostan tata smsan ama ayu yang ternyata bukan ayu, dan gag ada di inboxnya. Nora tlepon tata buat liat kondisi ayu. Tata dan deni melesat bagai kuda yang ingin bercinta malam-malam itu. Disana, dikostan nora masalah rumit katanya, dari bapak kost yang marah-marah, tata nyium bau melati, deni liat bayangan, semua itu berakhir sampe subuh dikostan tata. Dan saya disuruh datang itu, dan saya dengar cerita itu dan saya sembari menenangkan suasana langsung berdiri bak tokoh jagoan di film-film horor bioskop “kita harus kembali ke lawang sewu!!!” dengan gagahnya saya ucapkan hal itu, persis seperti di film horor indonesia. Hhe..
Setelah kejadian tersebut, semua kembali normal, ternyata si ayu itu di ikuti seorang wanita belanda, yang akhirnya jadi ngikutin catur. Iyaa mereka, catur dan ayu itu yang paling bisa melihat. Kata si catur, doi ngikutin masih tau sopan santun. Kalo masuk kamar mandi atau masuk kamar tidur, doi setia nunggu di luar. Weleh, ini orang belanda tau sopan santun juga yaa.
Aduhai sekian sajalah, saya sudah harus bertugas lagi. Ini saya kasi bonus foto saya di walang wesu, eh lawang sewu! Enjoy it :)
15 September 2009
Bersepakan Bola
Panas sekali di tembalang ini, panasnya menembus kulit sampai harus mengeluarkan keringat. Tak pernah saya sangka bakal sepanas ini jadinya. Dan kulit saya pun, ohh!
Oh iyaa, saya di ajak mereka untuk bermain futsal, rencananya bakal main hari terakhir kuliah ini. Hari terakhir karena besoknya mau liburan lebaran. Rencananya bakal main malem-malem jam 12. Rencananya teman-teman sekelas pada mau datang, khususnya para pria. Rencananya sudah matang, matang sekali. Bahkan waktu setengah matang itu, sempat gagal karena acara berbuka puasa terus. Dan akhirnya, akhirnya mereka dapati hari ini, hari yang sangat tepat untuk bermain futsal ini, hari yang gelap ini.
saya terlihat bersemangat sekali yaa menceritakannya. Padahal saya merasa bingung, saya bingung karena saya sadar, iyaa saya sadar kalau saya tidak bisa bermain bola. Bola kaki tepatnya, atau sepak bola juga tidak bisa. Terakhir saya bermain bola itu ketika masih sekolah dasar. Iya saya dan teman saya nico mirip sekali seperti Tsubatsa dan Misaki. Nico Tsubatsa dengan tendangan MACANnya, dan saya dengan apa yaa? Saya lupa si Misaki itu bisa apa. Tapi tidak penting lah itu. Keadaan berubah ketika saya di sunat, saya sembuh setelah 3 minggu, itu karena anu saya yang waktu itu sedang tumbuh kembang tersepak oleh bola, tidak kencang sih memang. Tapi cukup membuat saya sakit. Sampai kelas enam itu saya sibuk dengan belajar karena mau menghadapi ujian. Lalu sekarang, Ohh mereka memaksa saya, dan saya tidak bisa menolak. Maka jadilah saya malam ini berangkat.
Jadi ingat kejadian waktu SMA dulu. Dulu itu di sekola saya selalu ada kegiatan pertandingan sepak bola antar kelas. Namanya LIBALITANG, kepanjangan dari Liga Bola Lima Tangerang. Lima itu maksutnya nama sekolah saya, SMA 5. Kalau tangerang itu nama kotanya, kota tangerang.
Saya yang ketika itu ingin hadir sebagai penonton malah dipaksa main karena kelas saya itu kekurangan pemain. Padahal saya sudah menolak, tapi seberapa pun kerasnya saya menolak tetap saja dipaksa. Mereka itu entah kemana malah lepas tanggung jawab, dan saya yang harus menjawabnya. Jadilah saya di sana, di depan gawang itu. Ternyata tanahnya sungguh kacau, tanah di gawang musuh berisikan becekan yang sudah menyerupai danau, dan di gawang saya persis seperti kotoran sapi yang teraduk-aduk menjadi lembek itu. Ihhh saya sampe jijik mengingatnya. Mereka, para musuh terlihat keren dengan pakaian mereka, celana, baju, dan sepatunya. Saya? Saya hanya telanjang kaki pada saat itu. Dan menggunakan kaos biru bertuliskan skater.
Permainan di mulai, dan untuk beberapa menit pertama gawang saya masih aman. Aman karena pemain belakang yang selalu di dekat saya dan melindungi saya. Saya sendiri lebih terlihat seperti sedang berdoa. Sampai gol pertama tercetak, dan di susul dengan gol-gol fantastis berikutnya.
Satu kejadian yang bikin saya malu itu ketika saya menendang bola. Awalnya baik-baik saja ketika saya melempar dengan tangan, sampai teman saya bilang untuk menendang. Karena dia pikir dengan menendang, bola akan lebih jauh terlempar dibandingkan dengan tangan. Oke saya coba, dan “SEMPAK!” (ini efek suara menendang). Saya tendang itu bola sekencang-kencangnya seperti orang yang sedang berlari kencang. Tapi astagfirullah, bola itu tidak ke depan, tapi hanya naik ke atas lalu turun ke bawah dan saya tangkap lagi karena takut di tendang lawan. Masya Allah, malu lah saya seketika itu. Ingin nyengir tapi bibir kering sekali karena haus, dan kering juga karena lumpur. Tanpa berpikir mesum, saya lempar saja itu bola ke depan. Untuk nantinya di lanjutkan oleh teman saya ke gawang musuh.
Pertandingan itu berakhir juga, dan hasilnya sangat memuaskan. Iyyaa 7-0 untuk kekalahan saya atas adik-adik kelas saya. Saya pulang dengan senyum sumringah, aya tidak merasa salah. Karena saya sudah berusaha, toh sebelom pertandingan itu saya sudah bilang pada rekan-rekan atas ketidak mampuan saya bermain bola. Mereka yang memaksa kan! Setelah pertandingan itu, mata saya jadi merah karena kemasukan tanah. Ckckck!
Fuuuhhh, kembali ke kehidupan saya yang baru. Sebentar lagi jam 11. Teman saya akan menjemput untuk bermain. Saya harap hanya menjadi penonton, jangan sampai jadi alat hiburan seperti dulu itu. Sakit hati ini. Hhe!
hari ini main futsal lalu lanjut saur bersama, sorenya ada buka bareng angkatan 09 dan 08 beserta kajur dan sekjur. Besok saya beli tiket. besoknya lagi saya pulang ke tangerang. Rindu saya pada mereka, keluarga dan teman-teman. Saya mau pulang!:)

ini saya yang baru bangun tidur dilapangan!
Oh iyaa, saya di ajak mereka untuk bermain futsal, rencananya bakal main hari terakhir kuliah ini. Hari terakhir karena besoknya mau liburan lebaran. Rencananya bakal main malem-malem jam 12. Rencananya teman-teman sekelas pada mau datang, khususnya para pria. Rencananya sudah matang, matang sekali. Bahkan waktu setengah matang itu, sempat gagal karena acara berbuka puasa terus. Dan akhirnya, akhirnya mereka dapati hari ini, hari yang sangat tepat untuk bermain futsal ini, hari yang gelap ini.
saya terlihat bersemangat sekali yaa menceritakannya. Padahal saya merasa bingung, saya bingung karena saya sadar, iyaa saya sadar kalau saya tidak bisa bermain bola. Bola kaki tepatnya, atau sepak bola juga tidak bisa. Terakhir saya bermain bola itu ketika masih sekolah dasar. Iya saya dan teman saya nico mirip sekali seperti Tsubatsa dan Misaki. Nico Tsubatsa dengan tendangan MACANnya, dan saya dengan apa yaa? Saya lupa si Misaki itu bisa apa. Tapi tidak penting lah itu. Keadaan berubah ketika saya di sunat, saya sembuh setelah 3 minggu, itu karena anu saya yang waktu itu sedang tumbuh kembang tersepak oleh bola, tidak kencang sih memang. Tapi cukup membuat saya sakit. Sampai kelas enam itu saya sibuk dengan belajar karena mau menghadapi ujian. Lalu sekarang, Ohh mereka memaksa saya, dan saya tidak bisa menolak. Maka jadilah saya malam ini berangkat.
Jadi ingat kejadian waktu SMA dulu. Dulu itu di sekola saya selalu ada kegiatan pertandingan sepak bola antar kelas. Namanya LIBALITANG, kepanjangan dari Liga Bola Lima Tangerang. Lima itu maksutnya nama sekolah saya, SMA 5. Kalau tangerang itu nama kotanya, kota tangerang.
Saya yang ketika itu ingin hadir sebagai penonton malah dipaksa main karena kelas saya itu kekurangan pemain. Padahal saya sudah menolak, tapi seberapa pun kerasnya saya menolak tetap saja dipaksa. Mereka itu entah kemana malah lepas tanggung jawab, dan saya yang harus menjawabnya. Jadilah saya di sana, di depan gawang itu. Ternyata tanahnya sungguh kacau, tanah di gawang musuh berisikan becekan yang sudah menyerupai danau, dan di gawang saya persis seperti kotoran sapi yang teraduk-aduk menjadi lembek itu. Ihhh saya sampe jijik mengingatnya. Mereka, para musuh terlihat keren dengan pakaian mereka, celana, baju, dan sepatunya. Saya? Saya hanya telanjang kaki pada saat itu. Dan menggunakan kaos biru bertuliskan skater.
Permainan di mulai, dan untuk beberapa menit pertama gawang saya masih aman. Aman karena pemain belakang yang selalu di dekat saya dan melindungi saya. Saya sendiri lebih terlihat seperti sedang berdoa. Sampai gol pertama tercetak, dan di susul dengan gol-gol fantastis berikutnya.
Satu kejadian yang bikin saya malu itu ketika saya menendang bola. Awalnya baik-baik saja ketika saya melempar dengan tangan, sampai teman saya bilang untuk menendang. Karena dia pikir dengan menendang, bola akan lebih jauh terlempar dibandingkan dengan tangan. Oke saya coba, dan “SEMPAK!” (ini efek suara menendang). Saya tendang itu bola sekencang-kencangnya seperti orang yang sedang berlari kencang. Tapi astagfirullah, bola itu tidak ke depan, tapi hanya naik ke atas lalu turun ke bawah dan saya tangkap lagi karena takut di tendang lawan. Masya Allah, malu lah saya seketika itu. Ingin nyengir tapi bibir kering sekali karena haus, dan kering juga karena lumpur. Tanpa berpikir mesum, saya lempar saja itu bola ke depan. Untuk nantinya di lanjutkan oleh teman saya ke gawang musuh.
Pertandingan itu berakhir juga, dan hasilnya sangat memuaskan. Iyyaa 7-0 untuk kekalahan saya atas adik-adik kelas saya. Saya pulang dengan senyum sumringah, aya tidak merasa salah. Karena saya sudah berusaha, toh sebelom pertandingan itu saya sudah bilang pada rekan-rekan atas ketidak mampuan saya bermain bola. Mereka yang memaksa kan! Setelah pertandingan itu, mata saya jadi merah karena kemasukan tanah. Ckckck!
Fuuuhhh, kembali ke kehidupan saya yang baru. Sebentar lagi jam 11. Teman saya akan menjemput untuk bermain. Saya harap hanya menjadi penonton, jangan sampai jadi alat hiburan seperti dulu itu. Sakit hati ini. Hhe!
hari ini main futsal lalu lanjut saur bersama, sorenya ada buka bareng angkatan 09 dan 08 beserta kajur dan sekjur. Besok saya beli tiket. besoknya lagi saya pulang ke tangerang. Rindu saya pada mereka, keluarga dan teman-teman. Saya mau pulang!:)

ini saya yang baru bangun tidur dilapangan!
31 Juli 2009
Meluncur di Atas Lapangan Es
Kemarin itu saya beserta teman-teman saya hendak pergi untuk berfoya-foya. Melepas ketegangan setelah semua ujian yang riuet itu selesai. Iyaa saya dan teman saya itu pergi ke taman anggrek untuk mencoba ice skating. Kebetulan di antara kami belum pernah ada yang mencoba, sehingga membuat kami penasaran. Penasaran ingin menaruh pantat di lantai es itu, sangat penasaran ingin merasakan dinginnya tempat itu. Kepenasaran kami lah yang membuat saya dan teman-teman sudah sampai di kasir. Di kasir itu ada mbak-mbak yang menawarkan jasa peminjaman sepatu khusus ice skating. Itu loh, sepatu yang bawahnya tipis, yang sangat susah diajak seimbang.
Kami, membayar dengan jumlah Rp 38ribu. Sedangkan kalau hari sabtu minggu, atau hari libur besar lainnya, harga menjadi naik sekitar Rp 42ribu. Itu kalau saya tidak salah lihat. Dan akan mendapat diskon 40% dengan syarat masuk antara jam 08.00 sampai 12.00 dan jam 17.00 sampai 21.00. ini hanya sekedar informasi bagi yang berminat ke sana. Kalau tidak berminat sudah tidak perlu kamu membaca paragraph ini. Karena saya jamin akan sia-sia. Karena kamu kan tidak mau ke sana!
hari itu sebenarnya membuat saya iri. Bagaimana saya tidak iri. Ternyata di sana banyak pasangan-pasangan kekasih. Dimana si wanita yang tergopoh-gopoh berjalan di es sedangkan si pria menuntunnya dengan memegang tangan atau memegang yang lainnya. Yang tentunya yang ia inginkan.
Iyaa begitulah keadaannya. Sekedar saran bagi kalian yang tadinya tidak berminat ke sana, paragraph ini insya Allah berguna bagi kalian. Sesekali ajak pasangan anda untuk pergi ke sana. Berdua saja. Bole double date, atau triple, atau catur, panca, genep terserah. Yang penting masing-masing punya pasangan. Jangan sampai nantinya saling berebut. Karena akan merusak suasana. Oh iya, sebelumnya kalian juga harus latihan sendiri dulu. Supaya apa? Yaa supaya nanti kalian terlihat jago di depan si dia, terlihat perkasa, terlihat mahir, terlihat celana dalamnya kalau belum tertutup resletingnnya.
Jangan seperti saya. Kemarin itu saya bertiga, bersama Erwin dan Firman. Alhamdulillah saya sekali mencoba langsung bisa. Mungkin ini karena ibu saya suka makan ikan cu`ek kalau siang hari. Walau tidak ada hubungannya, tapi saya yakin ini Karena tiap dia makan dia selalu berdoa. Berdoa sebelum makan dan mendoakan anaknya untuk selalu sukses. Sukses dalam bidang apapun.
Nah, kedua teman saya juga mahir bermainnya. Iya, mereka terlihat mahir setelah 3 jam di lapangan. Sebelum tiga jam itu, saya, firman, dan Erwin harus bergandeng tangan dan berpelukan. Sungguh saat itu kami terlihat abnormal. Sedih juga rasanya. Saya takut ada cewek kece yang melihat adegan tidak sengaja itu, dan menjadi ilfil karenanya.
Kami berada di sana sekitar 4 jam, itu sudah termasuk istirahat karena ada pelapisan es. Hmm kira-kira pelapisan itu terjadi sekitar pukul 2 dan setengah 5. masing-masing setengah jam. Kebetulan pada saat kami datang dan hendak ke lapangan itu pas pelapisan es. Sehingga dengan muka bodoh kita duduk lagi menunggu setengah jam. Tidak mau melepas sepatunya, karena butuh waktu lama untuk memasangnya.
Saya sayangkan kepada jonatahan teman smp saya juga Karena tidak bisa ikut kami. Karena dia harus tanda tangan kontrak untuk beasiswanya. Pasti dia menyesal karena tidak ikut, pasti dia iri dengan saya, karena saya puas sekali menertawakan teman-teman saya itu. Oh, atau mungkin kalau jonathan ikut, saya bisa lebih puas lagi tertawanya. Hehehe..
Kami, membayar dengan jumlah Rp 38ribu. Sedangkan kalau hari sabtu minggu, atau hari libur besar lainnya, harga menjadi naik sekitar Rp 42ribu. Itu kalau saya tidak salah lihat. Dan akan mendapat diskon 40% dengan syarat masuk antara jam 08.00 sampai 12.00 dan jam 17.00 sampai 21.00. ini hanya sekedar informasi bagi yang berminat ke sana. Kalau tidak berminat sudah tidak perlu kamu membaca paragraph ini. Karena saya jamin akan sia-sia. Karena kamu kan tidak mau ke sana!
hari itu sebenarnya membuat saya iri. Bagaimana saya tidak iri. Ternyata di sana banyak pasangan-pasangan kekasih. Dimana si wanita yang tergopoh-gopoh berjalan di es sedangkan si pria menuntunnya dengan memegang tangan atau memegang yang lainnya. Yang tentunya yang ia inginkan.
Iyaa begitulah keadaannya. Sekedar saran bagi kalian yang tadinya tidak berminat ke sana, paragraph ini insya Allah berguna bagi kalian. Sesekali ajak pasangan anda untuk pergi ke sana. Berdua saja. Bole double date, atau triple, atau catur, panca, genep terserah. Yang penting masing-masing punya pasangan. Jangan sampai nantinya saling berebut. Karena akan merusak suasana. Oh iya, sebelumnya kalian juga harus latihan sendiri dulu. Supaya apa? Yaa supaya nanti kalian terlihat jago di depan si dia, terlihat perkasa, terlihat mahir, terlihat celana dalamnya kalau belum tertutup resletingnnya.
Jangan seperti saya. Kemarin itu saya bertiga, bersama Erwin dan Firman. Alhamdulillah saya sekali mencoba langsung bisa. Mungkin ini karena ibu saya suka makan ikan cu`ek kalau siang hari. Walau tidak ada hubungannya, tapi saya yakin ini Karena tiap dia makan dia selalu berdoa. Berdoa sebelum makan dan mendoakan anaknya untuk selalu sukses. Sukses dalam bidang apapun.
Nah, kedua teman saya juga mahir bermainnya. Iya, mereka terlihat mahir setelah 3 jam di lapangan. Sebelum tiga jam itu, saya, firman, dan Erwin harus bergandeng tangan dan berpelukan. Sungguh saat itu kami terlihat abnormal. Sedih juga rasanya. Saya takut ada cewek kece yang melihat adegan tidak sengaja itu, dan menjadi ilfil karenanya.
Kami berada di sana sekitar 4 jam, itu sudah termasuk istirahat karena ada pelapisan es. Hmm kira-kira pelapisan itu terjadi sekitar pukul 2 dan setengah 5. masing-masing setengah jam. Kebetulan pada saat kami datang dan hendak ke lapangan itu pas pelapisan es. Sehingga dengan muka bodoh kita duduk lagi menunggu setengah jam. Tidak mau melepas sepatunya, karena butuh waktu lama untuk memasangnya.
Saya sayangkan kepada jonatahan teman smp saya juga Karena tidak bisa ikut kami. Karena dia harus tanda tangan kontrak untuk beasiswanya. Pasti dia menyesal karena tidak ikut, pasti dia iri dengan saya, karena saya puas sekali menertawakan teman-teman saya itu. Oh, atau mungkin kalau jonathan ikut, saya bisa lebih puas lagi tertawanya. Hehehe..
Langganan:
Postingan (Atom)