siapa sih di belahan dunia ini yang ga kenal dengan ayam bakar si bungsu...
pasti banyak kan? nah makanya kukan ceritakan.
berawal dari salah satu dosen di kampus yang super jepang banget memperkenalkan (secara tidak langsung) keberadaan ayam si bungsu. dari awal kuliah perdana sampai akhir-akhir ini beliau mengajar analisis data. selalu terseling dengan humor-humor ayam bakar si bungsu. perlahan tapi pasti nama itu akhirnya terpatri juga di alam bawah sadar mahasiswanya. sehingga rasa penasaran ingin ke sana jadi ada.
ini merupakan salah satu teknik marketing yang kurasa bisa dipakai untuk para pebisnis muda. yaitu: mengendorse dosen.
malam tadi, barusan tadi ini, masih fresh kan, masih ada juga ini sisa-sisa ayam di gigi terselip.
kami, diantaranya ada aku, si pemeran utama, sama ada pemeran pendukung seperti, bayu, mandaho, wira, fandut, dan mima yang akhirnya memutuskan makan lagi di ayam si bungsu akibat sebelumnya terpengaruh oleh dosen tadi. pada dasarnya ayamnya biasa saja, sambelnya kuakui memang pedas, sepedas sambal. memaksaku untuk akhirnya membeli es teh 2 gelas.
ini pun merupakan salah satu teknik marketing yang kurasa bisa dipakai untuk para pebisnis muda. yaitu: berikan sambel super pedas, agar nambah pesanan minum.
semua hiruk pikuk memakan dengan leluasa, seolah ayam itu memang enak, padahal sih yaaa emang lumayan sih. saking grasak grusuk, mima (yang kebetulan lagi dapet hari pertama) ga sengaja menyenggol es the, yang kemudian tumapahannya masuk ke piring ku.. amboi, itu ayam bakar es teh. nasiku jadi berkuah. kami tertawa, saya juga, mima minta maaf, tapi saya maafkan. ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya saat itu untuk melanjutkan makan nasi ayam bakar kuah es teh khas si bungsu dengan sentuhan chef mima;
1. laper
2. sambel pedes banget, jadi kupikir dengan keberadaan es teh tadi bisa meredam pedesnya sambel tersebut.
3. mima lagi dapet hari pertama, ku tak mau mengusik perasaannya yang sudah merasa bersalah.
4. masih laper
5. mubazir
yaaaaah begitulah review ayam bakar si bungsu, di temani dengan pengamen yang memainakan irama sound track pirates of the caribbean. menambah suasana makan ayam bakar di tengah laut, mabok sambel. kemudian liat wira yang makan sambil goyang-goyang berasa dikapal laut.
menurutku ini lebih baik, dibanding kedatengan banci.
oke sekian dulu cerita malam ini, mumpung banget masih fresh, iya euy akhir-akhir ini blog sudah jarang ya, sudah jamannya nge vlog. tapi gapapa. akan kusempatkan menulis bila sempat. ini saja benar-benar kusempatkan, padahal sudah mau mandi. sudah ga pakai baju, tapi masih pakai celana kok.
.
.
.
.
.
.
dalam
26 Agustus 2016
03 Mei 2016
Syukuran 50 Postingan dan Slametan Ganti Nama
ialah postinganku yang ke 50. kalo kamu mau tau aja sih.
kalo engga ya gapapa. toh sekarang jadi udah tau kan.
bwt, by whe tay, mulai hari ini sudah tiada lagi Blog Kriminalitas Si Diaz. karena mulai hari ini sudah diganti dengan Diaznisme. bukan berarti mau menyebarkan paham baru sih. tapi melihat judul blog yang dulu kepanjangan jadi risih aja. lagipula akhir-akhir ini....
eiya kemarin ini blog sempet ke gep sama teman-teman sekelas. dihina dan dicaci maki deh. katanya mah aku alay. kok ga diapus aja blog nya.
iyaya, kenapa ga diapus ya. oh mungkin karena sayang sudah nulis dari dulu masa diapus. lagi pula penggunaan kata alay sekarang mah sudah terlalu luas. dulu, jaman Indonesia masih dijajah belanda, kata alay identik dengan anak berambut pirang akibat suka main dilapangan, main layangan, main gundu, main gasing, main karet, bukannya ikut berperang malah main, akhirnya anak-anak tersebut dibilang alay sama bapak kandungnya sendiri,
kasihan,
kasihan Ibunya sudah melahirkan.
namun sekarang kata tersebut sudah meluas, alay bisa diartikan oleh berbagai macam perspektif masing-masing level manusianya. jadi penggunaan kata alay sudah tidak dapat menyinggung perasaan orang lagi. sama seperti perubahan makna kata jablay atau panggilan nyet.
ya Allah, kenapa tetiba aku jadi seperti pandai mengajar bahasa Indonesia begini.
09 April 2016
Bandung Mendung
bandung mah begitu. kalo siang atau sore sukanya hujan. tidak apa sih. tapi kan jadi sering nguap lalu gelosoran di kasur. selain enak, hal ini juga nikmat. apalagi dilakukan berpasangan-pasangan.
.
.
.
.
.
.
contohnya pasangan bantal dengan guling. hmmm...
dulu setiap kali ke Bandung rasanya ingin tinggal disini, eh sekarang kesampean.
sementara sih memang.
tidak selamanya.
kan manusia bukan makhluk abadi.
eh harusnya ini aku menulis essai untuk beasiswa loh. kenapa jadi nulis Bandung disini. kenapa jadi cerita Bandung lautan api. tapi kamu tau kenapa lautan api? karena disini hawanya sejuk. selain itu kalo siang atau sore sukanya hujan. tidak apa sih. tapi kan jadi sering nguap lalu gelosoran di kasur. selain enak, hal ini juga nikmat. apalagi dilakukan berpasangan-pasangan.
.
.
.
.
.
.
contohnya pasangan kasur dengan sprei-nya. hmmm...
disaat seperti ini, kasur pun begitu menggoda. membuatku ingin menggaulinya.
yasudahlah, Bismillah.
ditulis sambil tengkurep di kasur.
.
.
.
.
.
.
contohnya pasangan bantal dengan guling. hmmm...
dulu setiap kali ke Bandung rasanya ingin tinggal disini, eh sekarang kesampean.
sementara sih memang.
tidak selamanya.
kan manusia bukan makhluk abadi.
eh harusnya ini aku menulis essai untuk beasiswa loh. kenapa jadi nulis Bandung disini. kenapa jadi cerita Bandung lautan api. tapi kamu tau kenapa lautan api? karena disini hawanya sejuk. selain itu kalo siang atau sore sukanya hujan. tidak apa sih. tapi kan jadi sering nguap lalu gelosoran di kasur. selain enak, hal ini juga nikmat. apalagi dilakukan berpasangan-pasangan.
.
.
.
.
.
.
contohnya pasangan kasur dengan sprei-nya. hmmm...
disaat seperti ini, kasur pun begitu menggoda. membuatku ingin menggaulinya.
yasudahlah, Bismillah.
ditulis sambil tengkurep di kasur.
14 Januari 2016
Kenapa Januari Menjadi Awal Tahun?
selamat tahun baru gays...
tak terasa sudah 2016 tahun lamanya masehi ini berlalu.
padahal seingatku awal-awal tahun masehi dulu semua terasa begitu gelap, sekarang alhamdulillah sudah ada lampu, sudah ada gedung, sudah ada genset, sudah ada lampu.
untuk tahun 2016, kupersembahkan resolusi berikutnya, ialah ini :
1. menjadi pria yang baik bagi nusa dan bangsa.
sudah itu saja cukup.
yang mana tahun sebelumnya, yakni 2015, memiliki resolusi ialah ini :
1. menjadi pria yang baik bagi nusa.
oke. ntap!
kemudian dengan mengucap rasa syukur, tahun ini diawali bersama om-om 25 tahunan. yang kalo ditanya nikah masih mbuh-mbuhan jawabnya. tapi harus begitu, kan masih muda.
btw ini di grafika cikole sodaraku, tepatnya di Lembang kalo kamu mau tau. disana bukan hanya kami, namun ada beberapa wanita teman kami juga, selain itu ada grup dari keluarga lain juga, dan ada staff-staff penginapan lainnya. meskipun tempat ini dingin, namun banyak pohon-pohonnya. membuat kami harus foto berdekatan. selain untuk mencitrakan keakraban juga untuk mencari kehangatan.
ditulis sambil menulis
Langganan:
Postingan (Atom)